Penilaian pada diri kita ternyata bisa mempengaruhi sikap dan tindak tanduk kita, Lho! Percaya atau tidak terserah saja, Yang pasti hal tersebut telah terbukti secara ilmiah. Dalam ilmu psikologi, hal tersebut disebut konsep diri. Sedangkan dalam dunia metafisika, artinya bisa disamakan dengan sugesti. Seorang penulis beken pernah menulis, you don’t think what you are. You are what you think.
Kalau diartikan secara luas, maknanya kurang lebih seperti ini: kalau kamu berpikir kalau kamu adalah orang yang bodoh, maka kamu benar-benar akan menjadi orang yang bodoh. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, konsep diri atau sugesti sangat memegang peranan penting dalam bersikap dan bertingkah laku. Lebih jauh lagi. Konsep diri dan sugesti sangat menentukan suksesnya seseorang.
So, tak ada alasan untuk tetap mempertahankan konsep atau sugesti yan negatif. Mulai sekarang, ya sekarang. Coba deh untuk merubah penilaian terhadap dirimu sendiri dengan positif. Menurut psikolog D.E. hamachek. ada beberapa orang yang memiliki konsep diri yang positif:
1. Ia akan mempertahankan apa yang menurutnya benar, meski begitu, ia bukan jenis manusia yang kolot. Dengan kata lain, ia dengan senang hati akan merubah keyakinannya jika ada pengalaman atau bukti-bukti baru yang menunjukkan dia salah.
2. Ia tak akan menghabiskan waktu untuk mencemaskan apa yang terjadi besok. Ia juga tak pernah menyesali apa yang telah terjadi. Baginya masa depan, juga masa lalu, bukanlah sesuatu yang harus dicemaskan.
3. Ia selalu merasa yakin dapat mencari jalan keluar dari setiap persoalan, bahkan ketika ia mengalami kegagalan atau pun kemunduran.
4. Ia tak pernah membedakan dirinya dengan orang lain. Dengan kata lain ia selalu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.
5. Ia dapat menerima pujian. Tanpa harus bepura-pura rendah hati dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
6. Ia mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan, baik yang formal maupun kegiatan yang sekedar mengisi waktu luang.
7. Ia cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.
8. Ia peka kepada keutuhan, juga penderitan orang lain. Artinya ia tak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain.
9. Ketika orang lain mendapatkan prestasi, ia tak akan mersa minder. justru prestasi orang lain itu akan memacu motivasinya. Ia selalu mersa sanggup melakukan apapun yang bisa dilakukan orang lain.
Nah apakah kamu juga termasuk katagori orang–orang yang memiliki konsep diri yang positif seperdi di atas?
Sumber: tabloid toilet mag@zine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar